Firman ALLAH S. W. T. tentang Kematian

Firman ALLAH Tentang Kematian
Coretan : Musafir Cinta Ilahi
بسم الله الرحمن الرحيم



“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(Ali Imran : 185).

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(Luqman : 34).

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(Al-Anbiya : 35).

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(Ali Imran : 145)

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya).”
(Al An-am : 2).

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, ‘Ini adalah dari sisi Allah,’ dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan, ‘Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).’ Katakanlah, ‘semuanya (datang) dari sisi Allah’. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?”
(An-Nisa’ : 78).

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”
(Al-An’am : 95).

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia mahluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat.”
(Al-Mukminun : 12-16).

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”
(Al-A’raf : 57).

“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati, sesungguhnya dia mahakuasa atas segala sesuatu.”
(Fushshilat : 39).

“Katakanlah, ‘Allahlah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Al-Jatsiyah : 26).

“Dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.”
(Fathir :22).

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”
(Az-Zumar : 42).

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”
(Az-Zumar : 68).

“(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut.”
(An-Nazi’at : 6-8).

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.”
(Al-Haj : 1-2).


MATI itu pasti! Bertaubatlah kepada ALLAH atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Jangan sampai nafas di kerongkong baru kita tersedar dan masa itu sudah tiada peluang untuk bertaubat kepadaNYA..Ya ALLAH matikanlah aku, keluargaku,saudara maraku dan sahabat seperjuanganku dalam husnul khatimah dan limpahkanlah rahmatMu bersama kami.

Sibuk itu Anugerah

Assalamualaikum dan hye hye hye..

Rasanya sudah terlalu lama tidak menulis di blog ini. Sebenarnya penulisan kali ini untuk mengelakkan blog ini bersawang lalu mereput. Awan sayang blog ini... Mengapa? Sebab inilah blog Awan yang kali pertama bertahan sehingga mencecah tahunan umurnya... Bukannya apa... Semenjak bergelar mahasiswa tahun dua di bumi Universiti Sains Malaysia ini... kehidupan sentiasa terkejar-kejar ke sana sini. Urusan mengalahkan Yang Berhormat...!! Yang penting jangan dilupakan tugas hakiki sebagai mahasiswa iaitu belajar! Semua urusan persatuan ini tidak akan menyumbang kepada peningkatan pointer pun...! Tapi kesibukan ini bakal menjadi nilai tambah dalam kehidupan. Pengalaman.. tidak semua orang memiliki pengalaman yang sama.

Tanggungjawab yang digalas sebagai mahasiswa sememangnya satu ujian yang membentuk kemahiran insaniah dan mematangkan diri yang tidak cukup matang ini.
Sibuk dengan semua meeting dan tugas yang dipikul sebagai salah satu exco dalam persatuan tidak mampu dihitung dengan jari. Tidak dinafikan adakalanya hati terdetik untuk berhenti dan meninggalkan semua kesibukan. Cemburu melihat kawan-kawan lain yang goyang kaki dan berpeluang melakukan aktiviti kegemaran mereka. Entah bila diri ini berpeluang untuk memberi ganjaran kepada hati dan minda sendiri yang terasa semakin nyanyuk melaksanakan tanggungjawab yang digalaskan.
~:: Tapi.. apabila memikirkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh daripada kesibukan-kesibukan ini, hati menjadi tawar melepaskan bebanan tugas yang diberikan. Kerana sebenarnya bebanan ini merupakan satu nikmat yang ALLAH berikan yang tidak dinikmati oelh semua mahasiswa (adakah termasuk sering terlewat bangun lalu terlepas kelas pagi??) Tambah-tambah lagi sekarang dah menjadi mahasiswa tahun dua a.k.a senior kepada junior-junior tahun satu.. walau masih bergelar junior kepada senior-senior tahun tiga dan tahun empat. Bersyukur apabila berpeluang berkongsi ilmu yang baru dituai setahun jagung ini dengan junior. Sekurang-kurangnya hati puas melaksanakan tanggungjawab.

Konflik? itu hanyalah satu corak sumbang yang hadir dalam perjalanan hidup ini. Tanpa konflik tidak akan meriah pembelajaran mengenal diri sendiri ini. Tanpa konflik kita tidak akan tahu perkara mana yang patut dielakkan. Sekurang-kurangnya dengan berkonflik... dapatlah kita melepaskan diri daripada kesibukan. Konflik itu dijadikan alasan untuk berhenti? Adakah seperti melarikan diri daripada perperangan? Bukan!! Konflik sebenarnya akan membantu kita untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.. Dengan konflik hati akan jadi galau dan sedar akan kecetekan kuasa dan daya yang dimiliki. Hanya ALLAH yang mampu menangani sebesar manapun konflik di dunia ini. Apa tidaknya... hamba yang diciptakan untuk melaksanakan ibadah-Nya menjadi ingkar. Manusia yang diciptakan agar menjaga kesucian agama-Nya.. malahan tangan-tangan manusia itu juga yang menghancurkan. Bumi yang dahulunya diciptakan dengan cukup indah (SubhanALLAH) tetapi kini dihancurkan dan dihodohkan oleh mereka. Ibarat harapkan pagar..pagar makan padi... Jadi... konflik itu sebenarnya memiliki kebaikan yang perlu diperhalusi. Jangan menganggap konflik itu satu halangan yang bakal menghancurkan setiap usaha yang dilakukan. Anggaplah konflik itu sebagai satu amaran agar kita tidak menjauhkan diri daripada ALLAH.. Status hamba.. kenalah tahu diri..sedar sejauhmana darjat kita yang sepatutnya sebagai peminjam bumi di dunia ini. Insaf dengan status hamba yang sebagai peminjam nyawa dan oksigen untuk meneruskan hidup di dunia pinjaman ini.
 Wallahu Alam...
~:: Alhamdulillah Terima Kasih Ya Allah.
#CekguAwan #eseiPendek #Thanx_sudi_baca

Beyond the Pages of the Wordsmith : Road To PBAKL 2023

Bismillah... Dengan rendah hati dan penuh iltizam, saya jemput anda semua untuk temankan saya melalui denai-denai menuju #PBAKL2023. . Sebag...